11 Waduk / Embung Di Yogyakarta

Waduk atau Embung umumnya dimanfaatkan dan dibangun untuk mengairi area sawah atau perkebunan. Tapi, kini ini sanggup dipakai sebagai daerah wisata keluarga. Di sekelilingnya dibentuk seindah atau secantik mungkin untuk menciptakan pengunjung betah dan bahagia berada di area tersebut. Tidak hanya sebagai wisata, waduk juga dipakai untuk area olahraga terutama lari, sehingga di sekeliling waduk diberi jalan memakai batako atau aspal. Waduk juga dimanfaatkan untuk menyalurkan hobi mereka dalam memancing. Dalam pelantikan pembukaan waduk, biasanya akan diakhiri dengan membuang bibit ikan di waduk tersebut.

Di artikel ini, saya akan menunjukkan 6 Waduk / Embung di Yogyakarta. Dalam pembuatan artikel ini saya ingin memperkenalkan tempat wisata yang kemungkinan belum dijajah oleh kebanyakan orang. Dalam artikel ini juga saya sengaja mengambil dari beberapa sumber blog atau website orang lain, semoga informasinya lebih lengkap dari apa yang saya ketahui. Tanpa basa-basi lagi, bacalah:

1. Waduk Sermo
umumnya dimanfaatkan dan dibangun untuk mengairi area sawah atau perkebunan 11 Waduk / Embung di Yogyakarta Waduk Sermo layak menjadi cuilan dari perjalanan wisata Anda. Lokasinya cukup menjanjikan pengalaman bagi yang datang. Berlokasi ditengah-tengah bentangan perbukitan menoreh, menimbulkan perjalanan menuju Waduk Sermo sangat mengasyikkan.

Bentangan Waduk Sermo sangat luas. Genangan airnya saja lebih dari 157 hektar, pemikiran dari Sungai Ngrancah yang membelah perbukitan Menoreh. Waduk ini bisa menampung air hingga 25 juta meter kubik. Bagian terdalam dari waduk, berdasarkan petugas setempat mencapai lebih dari 60 meter. Pengunjung, sanggup melihat secara detail setiap jengkal waduk ini alasannya ialah ada kanal berupa jalan beraspal yang cukup lebar sepanjang 21 Km mengelilingi waduk yang dibangun dengan dana Rp 22 miliar tahun tahun 1994 silam.

Sumber lengkap: jalanjogja.com

2. Waduk Banjaroya
umumnya dimanfaatkan dan dibangun untuk mengairi area sawah atau perkebunan 11 Waduk / Embung di Yogyakarta Waduk Mini Kalibawang atau Embung Banjaroya merupakan wisata alam berbentuk waduk berukuran mini yang ada dan dibangun di daerah kalibawang, perbukitan menoreh Kulon Progo yogyakarta. Wisata alam ini letaknya di Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Tepatnya di Kulon Progo cuilan utara. Seperti Waduk Mini Kleco yang ada di Girimulyo, waduk mini ini juga berada di daerah perbukitan. Jika cuaca cerah di pagi hari maupun sore hari melalui waduk ini kita sanggup melihat Gunung Merapi dan Merbabu lebih dekat. Di sore hari kita sanggup menikmati matahari terbenam, walaupun matahari tertutup oleh bukit dikala terbenam, tapi kita sanggup menikmati senja sore hari. Obyek wisata ini cocok sebagai tempat berwisata bersama keluarga maupun sampaumur yang ingin menikmati keindahan alam. Ada yang menarik di waduk mini ini, yaitu terdapat patung durian berukuran besar yang diletakkan di pintu masuk waduk. Patung ini dipakai sebagai simbol bahwa daerah kalibawang ialah pusat durian menoreh terbaik.

Sumber lengkap: titik0jogja.blogspot.com

3. Waduk Kleco
umumnya dimanfaatkan dan dibangun untuk mengairi area sawah atau perkebunan 11 Waduk / Embung di Yogyakarta Waduk Mini Embung Kleco yang terletak di Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Waduk Mini Embung Kleco ini masih berada pada perbukitan Menoreh, jadi kali ini masih berwisata di tempat yang tinggi tinggi sambil menikmati udara sejuk khas pegunungan dengan pemandangan yang memanjakan mata. Setelah hingga di atas bukit pandangan mata akan lebih leluasa melihat luasnya keindahan yang ditawarkan. Kota Wates dan garis pantai Selatan di Selatan, Perbukitan Menoreh di sisi barat, Kota Yogyakarta di sisi timur, dan Kota Magelang di timur laut. Kaki Gunung Merapi pun terlihat juga menghiasi cakrawala di sore hari. Menambah indahnya hamparan lukisan Yang Mahakuasa ini.

Sumber lengkap: ardiantoyugo.com

4. Waduk Tambakboyo
umumnya dimanfaatkan dan dibangun untuk mengairi area sawah atau perkebunan 11 Waduk / Embung di Yogyakarta Embung Tambakboyo merupakan salah satu waduk yang berada di wilayah Sleman, Yogyakarta. Sebenarnya waduk ini terletak diantara tiga Desa yaitu Condongcatur, Maguwo dan Wedomartani. Perencanaan pembangunan dari embung ini telah berjalan semenjak tahun 2003 selama 5 tahun hingga tahun 2008 dan dikala ini telah selesai pengerjaannya. Waduk yang luasnya 7,8 hektar dan volume tampungan sekitar 400.000 m3 ini mempunyai wilayah yang cukup luas. Fungsi utama dari waduk ini ialah cadangan dan resapan air tanah untuk warga Bantul, Sleman, Yogyakarta, sebagai sarana pengairan, dan cadangan air untuk PDAM dimasa mendatang. Namun dalam pengembangan waduk ini sering dipakai sebagai sarana rekreasi ibarat memancing, berolahraga, bahkan piknik. Tempat olahraga yang biasa dipakai ialah jalan berkonblok yang mempunyai jarak yang cukup jauh. Hal yang menarik ialah pemandangan sekitar yang cukup indah. Selain itu terdapat juga penginapan disekitar Embung yang sanggup dipakai untuk menginap apabila anda berasal dari luar kota.

Sumber lengkap: gudeg.net

5. Waduk Nglanggeran
umumnya dimanfaatkan dan dibangun untuk mengairi area sawah atau perkebunan 11 Waduk / Embung di Yogyakarta Sebelum dibangun menjadi embung atau waduk dan diresmikan sebagai objek wisata oleh Sultan HB X tanggal 19 Februari 2013 lalu, dulunya tempat ini ialah sebuah bukit yang diberi nama Gunung Gandu. Bukit tersebut kemudian dikeruk hingga menjadi waduk tadah hujan semoga bisa mengairi kebun buah milik warga sekitar yang luasnya sekitar 20 Ha. Embung ini selain menampung air hujan, juga menampung air dari sumber Sumurup yang letaknya di Gunung Nglanggeran.

Untuk menuju lokasi Embung Nglanggeran ini rutenya cukup mudah. Kalau dari arah Jogja/Klaten pas pertigaan sebelum candi Prambanan itu belok ke arah pasar Prambanan terus lurus mengikuti jalan Prambanan-Piyungan atau arah Wonosari. Pokoknya lurus terus ikuti jalan hingga di Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, nanti di sebelah kiri jalan ada plang petunjuk arah ke Gunung Api Nglanggeran. Kemudian ikuti jalan kecil yang berkelok-kelok nan sepi hingga ketemu lokasinya.

Sumber lengkap: wisataserumurah.blogspot.com

6. Waduk Batara Sriten
umumnya dimanfaatkan dan dibangun untuk mengairi area sawah atau perkebunan 11 Waduk / Embung di Yogyakarta Embung Batara Sriten merupakan salah satu wisata Gunungkidul yang gres dikembangkan, terletak di Padukuhan Sriten Desa Pilangrejo Kecamatan Nglipar Kabupaten Gunungkidul Daerah spesial Yogyakarta, Koordinat GPS S7°49’56” E110°37’54”. Embung Sriten diproyeksikan sebagai agrowisata kebun buah diataranya manggis dan kelengkeng di perbukitan Baturagung utara yaitu gunung yang merupakan puncak tertinggi di Gunungkidul atau puncak tugu Magir dengan ketinggian sekitar 896 mdpl. Menikmati pesona embung di atas awan dan pemandangan yang luar biasa indah dengan view 360° tempat persawahan, perkampungan, perbukitan, dan beberapa wilayah di bawahnya ibarat Klaten, Rawa Jombor, Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Sleman, Gunungkidul, Yogyakarta dsb. Anda bisa berpindah dari bukit satu ke bukit yang lain dengan berjalan kaki alasannya ialah beberapa diantaranya berdekatan dan berhubungan.

Sumber lengkap: kedaisusu01.blogspot.com

Baca artikel selanjutnya >> Nomor 7 – 11

travel definition , travel google , travel meaning , traveling websites , travel synonyms , travel reviews , travel news , travel magazine
Dari yang saya sebutkan di atas, rencananya pemerintah daerah Yogyakarta akan menambah lagi Waduk atau Embung di daerah Yogyakarta. Tapi, ada juga hambatan yang didapat oleh pemerintah dalam pembangunan waduk. Entah alasannya ialah biaya dan masyarakat sekitar waduk. Tapi bagi saya sendiri manfaat pembuatan waduk dan embung sangatlah besar nantinya. Entah itu dalam pekerjaan dan bertambahnya pemasukan di daerah waduk.
Sumber http://www.ngeblogasyikk.id